Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahaya dalam genggaman yang diremehkan | Pornografi




Banyak anak sekarang diberikan akses smartphone, entah dengan alasan karena tidak tega dengan rengekan anak, buat mainan, atau sarana komunikasi, hingga sebagai media belajar.

Gadget itu ibarat pisau bermata dua, satu sisi bisa bermanfaat dan mempermudah terutama dalam kegiatan yang membutuhkan komunikasi, sisi lain dapat memberi dampak buruk dikarenakan konten di dalamnya.

Kita lupakan dulu tentang penipuan, bullying, pemerasan. Karena yang ingin saya bahas perihal pornografi, yang sering berlalu-lalang di internet, hal yang sulit dihindari, tapi bisa dihindari dengan melakukan pencegahan sejak dini.

Konten pornografi bisa berupa teks cerita, gambar, dan video. Sebaiknya dihindari semua, karena sekali kita melihat konten pornografi, maka akan terbayang berkali-kali di otak dan rasa ingin lagi dan lagi karena tidak akan merasa puas apabila terus dituruti.

Kerusakan pada otak akibat terpapar pornografi bisa diibaratkan seperti apabila anak mengalami tabrakan hebat, kecanduan narkoba atau zat adiktif.

Salah satu bagian otak yang terkena dampak buruk pornografi pertama kali ialah PFC (Pre Frontal Cortex) yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pengambilan keputusan. Bagian inilah yang membedakan kita (manusia) dengan hewan, karena memiliki fungsi mengembangkan etika dan pengatur (pengambilan keputusan)

Dampak pornografi lebih berbahaya pada anak atau remaja dibandingkan orang dewasa, hal ini dikarenakan otak pada usia remaja dalam masa perkembangan. Otak yang seharusnya dapat berkembang dengan baik, mengalami pinciutan atau bahkan kerusakan.

Kerusakan pada bagian PFC inilah yang membuat anak atau remaja susah konsentrasi, mudah lupa, sulit mengontrol emosi atau mudah marah, hingga penurunan kecerdasan. Anak juga akan cenderung meniru apa yang ditontonnya, jika tidak tersalurkan maka akan menimbukan perasaan gelisah.

Anak yang kecanduan pornografi juga cenderung tertutup, suka menyendiri, malas dan mudah marah, dari fisik/wajahnya akan terlihat lesu. Hal ini bukan tanpa sebab, anak yang kecanduan pornografi tidak akan tahan menahan gejolak nafsunya.

Kegiatan menyalurkan nafsu ada 2, jika tidak dengan berhubungan intim, maka dilakukan dengan onani (memuaskan diri sendiri), yang tentunya menguras energi pada tubuh dan membuatnya lesu.

Pornografi merupakan hal yang sulit dihindari pada jaman sekarang, hal yang dapat dilakukan bagi para orangtua yaitu memberikan edukasi sejak dini, mengenai bahaya pornografi dan bentuk-bentuk pornografi itu sendiri.

Berikan akses terbatas apabila anak memang membutuhkan gadget/smartphone, sebagai orangtua jangan malu untuk belajar hal-hal baru, guna melindungi anak dari bahaya dunia internet yang mengancam.

Posting Komentar untuk "Bahaya dalam genggaman yang diremehkan | Pornografi"