Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mitos dalam Hubungan Asmara yang Salah


Bersama gebetan merupakan saat yang mendebarkan sekaligus menyenangkan, tentu saja ingin selalu memberikan yang terbaik. Ditambah lagi jika moment pertama kamu dan dia, terkadang justru membuat salah tingkah.

Terlebih ada juga mitos tentang hubungan asmara yang ternyata salah, bukan membuat hubungan menjadi langgeng, tapi malah bikin tidak terarah. Lalu, apa saja mitos tersebut? Simak di bawah ini.

1. Wanita yang Baik Membuat Pria Lebih Baik

Mitos seperti ini sering kali kita dengar, bahwa wanita baik maka akan membuat pria menjadi baik pula. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi mitos tersebut seolah membebankan kebaikan itu pada wanita.

Padahal, seharusnya yang membimbing atau menjadi kepala adalah pria. Jika pria punya sifat buruk, namun menginginkan wanita baik, apakah itu masuk akal? Ada wanita baik yang ingin mempunyai pria dengan sifat buruk.

Menjadi baik merupakan persoalan diri sendiri, tidak bisa mengharapkan orang lain akan merubahnya. Khususnya bagi pria, menjadi baik itu kemauan bukan datang dari orang lain.

2. Terpaku Pada Kesan Pertama

Saat bertemu seseorang, atau pertama kali ketemuan, ngobrol, jalan berdua, kesan pertama memanglah bisa menjadi kesan selanjutnya pada gebetan.

Meski begitu, bukan berarti terus kamu tidak memberikan kesempatan kedua untuk si dia. Tidak semua orang bisa sukses menjalani kencan pertamanya, entah karena gugup atau tidak berpengalaman. Cobalah untuk memberikan kesempatan lainnya buat si dia, dan perhatikan perkembangan hubungan kalian.

3. Cukup dengan Cinta

Namanya hubungan asmara, pastilah cinta itu yang utama, tapi bukan berarti hanya cukup menyatakan 'aku cinta kamu'. Karena kita juga harus membangun dan menjaga hubungan tersebut dengan perjuangan dan pengorbanan.

Seperti saling membangun kepercayaan, menjaga komitmen, mempunyai visi-misi yang jelas, perencanaan jangka panjang, dan sedikit realistis.

4. Harusnya Pria yang Mengejar

Jadi kalau si pria tipe orang yang pendiam, pasif, terus kamu mengharapkan dia nembak, kayaknya keburu tua mengharapkannya. Bukan jamannya lagi wanita harus pasif, tidak melakukan apa-apa, dan pria yang melakukan semuanya.

Jaman dulu aturan seperti ini memang berlaku, namun sekarang tidak jamannya lagi. Wanita juga boleh kok memulai komunikasi, ngajak jalan, berinisiatif untuk membangun kedekatan.

Terpenting adalah sama-sama merasa nyaman, tidak semua pria pandai merayu, tidak semua cewek juga mau mulai duluan. Namun, demi sebuah hubungan, tidak ada salahnya menyingkirkan ego masing-masing.

5. Omongan Orang Itu Tidak Penting

Bisa dikatakan benar, bisa dikatakan salah juga. Tidak penting jika omongan itu berupa gunjingan atau tuduhan tidak berdasar, menjelekkan tanpa sebab, dan bernada kebencian.

Namun, jika omongan itu dari dari orang terdekat seperti orang tua, saudara, teman dekat, rasanya perlu kamu pertimbangkan, karena hubungan bukan cuma soal kamu dan dia, tapi mereka (orang terdekat kamu) juga akan ikut terlibat.

Terlebih jika mereka mempunyai alasan atas pendapatnya tersebut. Karena bagaimanapun mereka ingin yang terbaik untuk kamu, tapi jika tidak sependapat, maka utarakan dengan hati-hati dan jelaskan keputusan kamu agar tidak menyakiti hati mereka.


Akhir kata
Itulah beberapa mitos yang ada, bagaimanapun dalam sebuah hubungan asmara kedua pihak berperan penting, tidak bisa hanya mengandalkan sebelah pihak. Membangun bersama tentu lebih menyenangkan dari pada sendirian, bukan?

Posting Komentar untuk "Mitos dalam Hubungan Asmara yang Salah"