Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Pendidikan Usia Dini Pada Anak


Salah satu hal terpenting dalam hidup adalah pendidikan, karena dengan adanya pendidikan yang tepat maka kehidupan akan berjalan teratur, apalagi jika sejak usia dini anak sudah diberikan pendidikan sesuai bakat dan minatnya.

Dalam proses pendidikan mereka (anak) dapat belajar dan memahami berbagai hal baru, tentang sopan-santun (adab yang baik), berperilaku sosial yang benar, belajar memecahkan masalah, mengasah keterampilan, lalu sejarah yang dapat membuka awasan, dan banyak lainnya. Tentu untuk memaksimalkannya dibutuhkan pendampingan orang tua.

Pendidikan usia dini merupakan investasi selamanya (semasa hidup) dan mempunyai nilai yang tinggi, seperti yang dituturkan oleh Mae Chu Chang, seorang ahli pendidikan dari Bank Dunia Indonesia, menurut beliau investasi pendidikan tertinggi ialah pada usia dini, dikarenakan manfaatnya lebih baik daripada investasi pada usia lanjut, misal (SD hingga tingkat perguruan tinggi)

Bukan tanpa alasan, pembentukan karakter seseorang akan lebih mudah terbentuk pada usia dini. Anak pun lebih mudah diarahkan, sehingga saat menginjak dewasa sudah terbiasa dan disiplin.

Pernyataan tersebut memberikan semangat dan kekuatan lembaga pendidikan non formal, untuk memajukan serta mengembangkan sistem belajar yang lebih berkualitas, dan tentunya berorientasi pada kebutuhan anak.

Sistem belajar mengajar pada anak usia dini semakin berkembang, dalam prakteknya diawali dengan pengembangan motorik, kecakapan berkomunikasi, lalu keterampilan bersosialisasi dengan lingkungan baru, belajar mengenai adab budi pekerti, serta tulis-menulis yang kini sudah diaplikasikan pada pendidikan usia dini (TK)

Sangat penting pendidikan usia dini pada anak

Faktanya, pendidikan usia dini sangatlah penting, meskipun begitu tidak sedikit yang beranggapan bahwa pendidikan usia dini hanya membuang waktu dan biaya, karena anak usia 2-4 tahun masih sulit mencerna pelajaran yang diberikan. Pada dasarnya pendidikan usia dini bukanlah berfokus pada pendidikan formal, seperti Matematika, Fisika, Biologi, dan lainnya.

Pendidikan pada anak usia dini lebih bertujuan untuk pembentukan karakter, mengasah kreatifitas dan mengembangkan bakat, serta mengolah kemampuan motoriknya. Dimana hal tersebut dapat dilihat ketika anak berusia 2 hingga 4 tahun.

Setelah anak memasuki usia selanjutnya dan menempuh jenjeng pendidikan dasar, anak tidak akan nampak terlalu kesulitan mencerna pelajaran yang diberikan. Dikarenakan pendidikan usia dini yang telah ditempuh sebelumnya, maka anak sudah terbiasa dan juga mampu memanfaatkan pola pikir logis dan kritis, serta mengembangkan minat dan bakat selama proses belajar mengajar.

Sang anak pun lebih siap dalam menerima pelajaran formal ataupun ilmu pengetahuan lain (non formal), dan tentunya karena pembentukan karakter usia dini yang ditempuh sebelumnya mampu membuat anak tidak kesulitan dalam beradaptasi atau bersosialisai di lingkungan sekolah.

Berikut alasan lain mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini:

Supaya anak dapat mengembangkan kecerdasan dan keterampilan dalam mengontrol, mengatur, dan mengendalikan gerakan motorik halus dan kasarnya. Dan juga dapat menyerap dan memahami, serta peka dengan baik tanpa bantuan orang lain (mandiri).

Pendidikan anak usia menjasi gerbang pertama sebelum anak melangkah pada jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga ke tingkat lebih tinggi.

Pada usia dini merupakan masa termudah bagi anak untuk dibentuk menjadi seorang yang berguna bagi orang tua, lingkungan, maupun bangsa. Mendidik dan mengarahkannya pada kemandirian, kecerdasan, berperilaku baik dan menerapkan norma-norma agamapun masih dapat dengan mudah dilakukan pada usia 1 sampai 6 tahun.

Di usia 8 tahun ke bawah biasanya anak memiliki rasa keingintahuan yang besar, dan juga rasa ingin menjadi anak yang lebih kreatif dibanding orang lain ketika menemukan hal-hal baru. Dalam hal ini termasuk pelajaran yang diserapnya di sekolah, maka anak akan lebih mudah menyerap ilmu yang dipelajarinya.

Usia 0 hingga 6 tahun, otak anak aktif, serta mudah menyerap dan menerima pelajaran sampai mencapai 80 persen. Artinya adalah, fisik, mental dan spiritualnya akan terbentuk dengan perlahan seiring bertambahnya kecerdasan dan munculnya bakat, serta minatnya. Misal seperti bakat menulis, berhitung, kecakapan bicara, bidang olahraga, dan lainnya.

Melihat begitu pentingnya pendididikan, tidak beran jika pemerintah mewajibkan pendidikan sekolah negeri untuk digratiskan (dibebaskan biaya administrasi perbulannya). Hal ini bertujuan agar orang orang yang hidup dibawah garis kemiskinan dan tidak mampu menyekolahkan anak mereka.

Selain pendidikan formal seperti di sekolah, pendidikan non-formal juga tak kalah penting, terutama untuk menumbuhkan rasa empati dan sosial terhadap sesama. Selain untuk mengembangkan kreatifitas dan sikap mandiri pada anak, yang akan sangat berguna sebagai bekal untuk kemajuan hidupnya.

Usia yang umum pada pendidikan usia dini;

  • Pendidikan non formal infant; usia 0 hingga 1 tahun.
  • Pendidikan Toddler; usia 2 hingga 3 tahun.
  • Pendidikan playgroup; 2 hingga 4 tahun
  • Pendidikan Kindergarten children (TK); usia 3 hingga 6 tahun.
  • Pendidikan Early primary school; awal sekolah dasar, 6 hingga 8 tahun.

3 faktor yang mendominasi keterampilan, kreatifitas, kecerdasan, kemandirian, serta kepandaian beradaptasi antara lain:

  1. Dapat memahami serta mengerti kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya.
  2. Dapat memahami dengan baik cara bersosialisasi, tanpa memperdulikan perbedaan antar sesama.
  3. Dapat dengan baik memahami dan mengerti hubungan Tuhan dan dirinya, serta menghargai adanya perbedaan keyakinan.

Bagaimanapun, pada dasarnya orangtualah yang berperan penting terhadap kemajuan dan pendidikan anak. Orangtua yang kompak dan kuat dalam memberikan pendidikan anak, bukan hanya soal teori, tapi juga perilaku yang akan dicontoh anak. Contoh sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, perilaku baik dari orangtua tentunya akan lebih mudah diikuti anak.

Posting Komentar untuk "Pentingnya Pendidikan Usia Dini Pada Anak"